Memahami Hakikat Agama

Agama dalam kehidupan manusia tidak berada dalam ruang hampa. Ia tidak sekadar mengisi kekosongan atau memenuhi kebutuhan batin, tetapi ia memberi corak kehidupan, baik di masa sekarang maupun akan datang. Ia bahkan menjadi acuan sekaligus penentu dalam pencarian makna hidup yang hakiki. Sebaliknya, jika agama masih berada dalam ruang hampa, dalam arti belum membuahkan keteguhan hati dan ketenangan batin bagi pemeluknya, berarti ada ketimpangan antara agama dan keberagamaannya. Bisa jadi ia beragama sekadar formalitas (kepemelukan pasif), atau bisa jadi kepemelukan aktif tetapi belum menemukan makna agama yang hakiki, sehingga ia terperangkap pada keberagamaan yang semu, melelahkan, dan tak bermakna. Maka tidak heran jika ia tidak berhasil memperoleh ketenangan yang sejati, dan tidak pula menemukan makna hidup yang hakiki. Red more …

Ibadah, Bukan Mencari Ganjaran

Kata-kata ”gratis’, ”hadiah”, ”bonus”, ”bantuan”, dan sejenisnya sungguh menarik dan menyenangkan. Terlebih lagi bebas tanpa bersyarat, tentu tambah bersemangat untuk segera dapat meraihnya. Sifat dan sikap yang demikian ini rupanya sudah menjadi ’tabiat’ manusia sejak zaman dahulu kala. Bahkan membunuh seorang berkaliber Rasul pun dijalani dengan penuh semangat asalkan ada ”hadiah” yang lumayan. Seperti yang dialami Suraqah, dengan hadiah seribu ekor unta ia bersemangat hendah membunuh Rasulullah, meskipun ia gagal dan akhirnya ia beriman, memeluk agama Islam. Read more …

Agama Bukan untuk Tuhan

Selain pandangan kaum ateis yang anti agama, terdapat dua pandangan yang ekstrim tentang kedudukan agama dan manusia. Yaitu pandangan klasik (fundamentalisme) yang menganggap manusia untuk agama; dan pandangan modern (humanisme) yang menganggap agama untuk manusia, bukan untuk Tuhan.  Read more …

Berobat ke ’Ponari’ Dukun syirik?

Akhir tahun 2008 yang lalu Jombang Jawa Timur, dihebohkan oleh Ponari, si bocah ‘dukun tiban’ di desa Balongsari kecamatan Megaluh. Praktek ‘perdukunan’ Ponari memang cukup simple, yaitu hanya dengan ‘mencelobkan batu ‘ajaib’ miliknya ke dalam air minum yang disediakan pasien. Konon sangat mujarab untuk segala penyakit. Saking mujarabnya, ribuan pasien berdatangan, dan harus menunggu antrian panjang, kadang berhari-hari. Banyak komentar tentang pengobatan ala ‘Ponari’ tersebut, namun yang sangat menarik adalah ‘vonis’ syirik terhadap pasien Ponari (dukun).  Read more …

Ngalap Berkah dari Batu Ponari dan Ka’bah

InsyaAllah, masih belum hilang dari ingatan kita, betapa banyak orang yang berebut air bekas mandi Ponari, apalagi yang berebut air ‘celuban’ batu yang dipegang Ponari. Tidak sedikit di antara mereka yang datang di Jombang Jawa Timur, berasal dari luar Jawa, bahkan luar negeri. Mereka berhari-hari menunggu giliran (antrian) panjang, hanya ingin mendapat ‘berkah’ dari “batu Ponari”. Kasus semacam ini juga bisa dilihat ketika thawaf, banyak sekali jama’ah haji/umrah yang surbannya digosok-gosokkan di dinding ka’bah yang nantinya akan dibawa pulang ke negeri asalnya, konon juga ingin mendapat ‘berkah’ dari ka’bah. Inilah di antara contoh kasus yang dalam bahasa agama disebut tabarruk, yang artinya ‘ngalap berkah’ atau mencari barakah.  Read more …

Trilogi Ajaran Illahi

Di antara perbendaharaan kata dalam agama Islam ialah al-Islam, al-iman, dan al-ihsan, yang dalam hal ini disebut dengan “Trilogi Ajaran Illâhi”. Yaitu diilhami dari sebuah hadits shahih yang terkenal dengan sebutan hadits Jibril. Hadits ini juga memberi umat Islam ide tentang Rukun Islam yang lima, Rukun Iman yang enam, dan ajaran tentang penghayatan terhadap Tuhan Yang Maha Hadir dalam hidup. Pemahaan terhadap ketiga kata ini harus secara utuh. Bahkan, menurut Nurcholish Madjid, setiap pemeluk Islam harus mengetahui dengan pasti bahwa Islam tidak absah tanpa iman, dan iman tidak sempurna tanpa ihsanRead more …

Istri Nabi pun Pernah Terkena Gosip

Ternyata bukan artis saja yang banyak terkena gosip. Istri Nabi pun bisa diterpa gosip. Ia adalah istri Nabi Muhammad Saw, satu-satunya wanita yang paling banyak meriwayatkan hadits setelah Abu Hurairah. Wanita itu adalah salah satu ummul mu’minin yang bernama Aisyah binti Abu Bakar ash Shidiq. Konon gosip itu tersebar sehabis perang dengan Bani Mushtaliq bulan Sya’ban 5 hijriyah. Peperangan ini diikuti oleh kaum munafik, dan turut pula Aisyah dengan Nabi berdasarkan undian yang diadakan antara istri-istri beliau.  Read more …

Gosip itu Kanibalisme Era Global

Masih ingat kasus Sumanto, manusia kanibal asal Purbalingga, Jawa Tengah? Ia adalah pemakan daging bangkai manusia yang sempat menggemparkan dunia. Padahal Sumanto hanyalah kanibalisme insidental, korbannya tidak terlalu banyak, dan ia berbuat hanya karena faktor ajaran sesat, atau mungkin karena kelainan jiwa. Bahkan, suku Fore di pedalaman Papua Nugini, hingga tahun 1950-an masih melakukan hal sama seperti Sumanto. Bedanya, jika mayat yang dikonsumsi Sumanto merupakan curian, maka suku Fore justru mengkonsumsi jenazah sanak keluarga sendiri yang baru saja meninggal lewat ritual yang disebut “pesta pemakaman”.  Read more …

Di Kalangan Ulama pun Ada Hasud

Alkisah, Imam Syafi’i, yang dikenal sebagai ulama ahli fiqh (hukum Islam) dan ahli hikmah, ketika bermukim di Baghdad Irak pun mendapat tempat istemewa di hati para penuntut ilmu, majelis pengajiannya pun penuh dikebaki santri, dan mereka nyaris tiada satu pun yang merasa tidak puas dengan pendapat dan kapasitas keilmuannya. Bahkan Khalifah Harun ar Rasyid pun menyukai dan memujinya. Namun di kalangan ulama Baghdad ternyata tidak semua senang, bahkan merasa tersaingi. Terbukti sebagian ulama terkemuka Baghdad berencana untuk menjatuhkannya. Mereka bersepakat akan mengajukan beberapa pertanyaan yang rumit dalam bentuk teka-teki untuk menguji kecerdasan Imam Syafi’i sekaligus menghinanya di hadapan Khalifah Harun ar Rasyid.  Read more
.

Doa’ itu Menuntut Perubahan Diri

Pemahaman orang pada umumnya, do’a itu adalah permintaan atau permohonan kepada Tuhan. Karena itu isinya pun pada umumnya berupa rangkaian kalimat perintah kepada-Nya. Seperti do’a yang sering diamini hadirin ketika akhir berbagai acara resmi, misalnya: ”Ya Tuhan Kami, ampunilah kami, sayangi kami, tingkatkanlah derajat kami, dan berikanlah kami rizki yang berlimpah”. Semua kalimat dalam do’a itu berbentuk kalimat perintah, yang maksudnya menyuruh Tuhan agar Dia berkenan memenuhi permintaannya. Pemahaman seperti inilah yang sudah melekat pada kebanyakan orang. Bahkan kebanyakan dari mereka pun meyakini bahwa do’a yang afdhol itu adalah do’a yang berbahasa Arab, meskipun tidak memahami artinya.  Read more

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,390 other followers